TANGERANG KABUPATEN – ll penacapanews ll Sebanyak 262 siswa asal DKI Jakarta dan sekitarnya resmi mengikuti kegiatan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 dan 8 Kabupaten Tangerang pada Sabtu, 15 Agustus 2026 di GSG PPI Curug, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan ini digelar Kementerian Sosial RI bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk memperkenalkan konsep sekolah berasrama gratis kepada orang tua dan calon siswa.
Berdasarkan surat undangan Nomor: P/400.9.2/12983/VIII/DINSOS/2026 tanggal 11 Agustus 2026, acara tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, jajaran OPD Pemkab Tangerang, para Camat se-Kabupaten Tangerang, hingga Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 dan 8 Kabupaten Tangerang.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 7, Sujiman,M.Pd. menyampaikan bahwa sekolah yang dipimpinnya khusus melayani jenjang SMP dan SMA. Pada tahun ajaran ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 menerima 62 siswa yang berasal dari wilayah DKI Jakarta.
“Alhamdulillah, tahun ini kami menerima 62 siswa dari DKI Jakarta untuk jenjang SMP dan SMA. Mereka adalah anak-anak dari keluarga yang terdaftar dalam DTKS. Di sini kami tidak hanya mendidik akademik, tapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan kemandirian melalui sistem asrama 24 jam. Kami ingin memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan,” ujar Sujiman.
Sujiman, M.Pd., menambahkan seluruh kebutuhan siswa ditanggung penuh oleh negara. Mulai dari biaya pendidikan, asrama, makan 3x dan snack 2 kali hingga perlengkapan sekolah.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 8, Achmad Nurhidayat juga ikut menyampaikan harapan besarnya terhadap para siswa baru. Pada tahun ini Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 menerima 100 siswa SMP dan 100 siswa SMA.
“Kami menyambut 200 siswa baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 dengan penuh harapan dan tanggung jawab besar. Kehadiran Sekolah Rakyat ini adalah bukti nyata negara hadir untuk anak-anak Indonesia. Target kami jelas: mencetak Anak Indonesia Emas yang sukses, mandiri, berakhlak mulia, dan mampu memimpin bangsa di masa depan.
Dengan sistem pendidikan dan pengasuhan 24 jam, kami akan membekali mereka tidak hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan hidup, kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, dan semangat gotong royong. Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak bangsa yang tertinggal karena kemiskinan. Dari Sekolah Rakyat inilah, kita mulai membangun pondasi untuk Indonesia Emas 2045,” tegas Achmad Nurhidayat.
Kebahagiaan juga dirasakan oleh para siswa. Atta, siswa kelas 9 Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 asal Jakarta Pusat mengaku sangat gembira bisa kembali bersekolah.
“Saya sangat gembira telah kembali sekolah. Karena adanya Sekolah Rakyat ini saya bisa sekolah kembali meskipun dulu saya pernah putus sekolah. Terima kasih untuk Bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden Indonesia telah menyediakan Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 ini. Di kelas kami ada 25 siswa yang akan belajar bersama di sini,” ucap Atta dengan semangat.
Senada dengan itu, salah satu siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 yang tidak mau disebutkan namanya juga menyampaikan rasa syukurnya.
“Saya senang bisa bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 yang berada di Kabupaten Tangerang. Di sini semua fasilitas disediakan, kami bisa belajar dengan tenang tanpa memikirkan biaya. Semoga kami bisa menjadi anak yang membanggakan orang tua dan bangsa,” ujarnya.
Dalam rangkaian MPLS, panitia juga menampilkan pertunjukan silat tradisional oleh perwakilan siswa. Hal ini menjadi simbol penanaman nilai karakter, disiplin, dan cinta budaya sejak dini di lingkungan Sekolah Rakyat.
Dengan tema “Bersama Sekolah Rakyat, Kita Bangun Masa Depan”, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi nyata negara untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Pihak penyelenggara berharap sinergi antara Kemensos, Pemda, dan masyarakat dapat semakin kuat dalam mendukung suksesnya program Sekolah Rakyat di Kabupaten Tangerang.
red. i. one /team










